<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Jeblog !!!</title>
	<atom:link href="http://jeblog.balisugar.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jeblog.balisugar.com</link>
	<description>Tempat menyendiri, mengisi waktu dengan aksara</description>
	<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 10:40:33 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Sia-sia</title>
		<link>http://jeblog.balisugar.com/2008/08/sia-sia/</link>
		<comments>http://jeblog.balisugar.com/2008/08/sia-sia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 10:40:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jeblog.balisugar.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Kuberikan sekotak penuh
Korek api, di kepal tanganya
Dia duduk&#8230;membelah tipis
Setiap batang korek api dengan silet
Sambil tersenyum berlipat ganda batang korek
Namun seketika habislah
Setiap belahanya tak sanggup
Menyalakan api
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kuberikan sekotak penuh<br />
Korek api, di kepal tanganya<br />
Dia duduk&#8230;membelah tipis<br />
Setiap batang korek api dengan silet<br />
Sambil tersenyum berlipat ganda batang korek</p>
<p>Namun seketika habislah<br />
Setiap belahanya tak sanggup<br />
Menyalakan api</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jeblog.balisugar.com/2008/08/sia-sia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sedang Pingsan</title>
		<link>http://jeblog.balisugar.com/2008/08/sedang-pingsan/</link>
		<comments>http://jeblog.balisugar.com/2008/08/sedang-pingsan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 03:04:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jeblog.balisugar.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Tadinya blog ini akan kuhapus arrrah soalnya banyak erornya, apalagi di wp include. Tapi kalau ku hapus kasian semua teman-teman yang harus membersihkan blognya dari link ini yang sudah masuk dalam komentar atau link biasa.
Kubiarkan saja lah !!
Pelan-pelan cape ngurusin blog ini biarpun walking sana-sini tetap saja backlink nya masih dibawah 100.
Gak masalah wong namanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tadinya blog ini akan kuhapus arrrah soalnya banyak erornya, apalagi di wp include. Tapi kalau ku hapus kasian semua teman-teman yang harus membersihkan blognya dari link ini yang sudah masuk dalam komentar atau link biasa.</p>
<p>Kubiarkan saja lah !!<br />
Pelan-pelan cape ngurusin blog ini biarpun walking sana-sini tetap saja backlink nya masih dibawah 100.<br />
Gak masalah wong namanya juga tempat menyendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jeblog.balisugar.com/2008/08/sedang-pingsan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Di Pinggir Jakarta</title>
		<link>http://jeblog.balisugar.com/2008/08/di-pinggir-jakarta/</link>
		<comments>http://jeblog.balisugar.com/2008/08/di-pinggir-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 14:56:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jeblog.balisugar.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Perempuan bertubuh kabut
Hembusnya seronce angin
Memedar tak berkesudahan
Aduhai selembar tipis misteri
Nan lembut
Selepas hujan
Sepanjang gang becek riuh bersiul
Genangnya begitu kumuh, dibalas sekulum senyum
Angan lelaki menggelepar sesat&#8230;
Pagi tadi, hanya secangkir teh pahit
Melata di tenggorokan, perutnya bertabuh
Hingga malam terapung begitu matang
Siksa yang merasuk&#8230;
Di Pinggir jalan yang mulai lenggang
Bintang berkelip, dingin meruncing
Setakar dahaga menyeretnya ke gerbong kosong
Hingga subuh berpeluh perdu
Perempuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perempuan bertubuh kabut<br />
Hembusnya seronce angin<br />
Memedar tak berkesudahan<br />
Aduhai selembar tipis misteri<br />
Nan lembut</p>
<p>Selepas hujan<br />
Sepanjang gang becek riuh bersiul<br />
Genangnya begitu kumuh, dibalas sekulum senyum<br />
Angan lelaki menggelepar sesat&#8230;</p>
<p>Pagi tadi, hanya secangkir teh pahit<br />
Melata di tenggorokan, perutnya bertabuh<br />
Hingga malam terapung begitu matang<br />
Siksa yang merasuk&#8230;</p>
<p>Di Pinggir jalan yang mulai lenggang<br />
Bintang berkelip, dingin meruncing<br />
Setakar dahaga menyeretnya ke gerbong kosong<br />
Hingga subuh berpeluh perdu</p>
<p>Perempuan bertubuh kabut<br />
Pulang subuh ke gubuk<br />
Hatinya berkabung</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jeblog.balisugar.com/2008/08/di-pinggir-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Perjalanan</title>
		<link>http://jeblog.balisugar.com/2008/08/perjanan/</link>
		<comments>http://jeblog.balisugar.com/2008/08/perjanan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 13:47:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jeblog.balisugar.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[Bermil-mil jauhnya
Anak ombak tersesat
Jalan pulang terdampar
Arah menghilang di sesatnya
Yang diingatnya hanya langit
Warnanya selalu merah&#8230;
Berhari lamanya
Anak ombak melaju
Mengikuti isyarat angin meriak air
Dimanakah letak samudera ? langitnya senyala api
O&#8230;jauh nian
Kerinduan menggelegar
Namun ia tak pernah sampai
Tempat yang dikandung ingatan
Jauhnya tiada terperi
Perjalanan yang membuncah dasyat
Telah menjadikanya badai
Lalu dia berkata pada batu
Yang sedang terbelenggu dirinya sendiri
Ah&#8230;
Betapa lelahnya aku
Mengarungi diri sendiri.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bermil-mil jauhnya<br />
Anak ombak tersesat<br />
Jalan pulang terdampar<br />
Arah menghilang di sesatnya<br />
Yang diingatnya hanya langit<br />
Warnanya selalu merah&#8230;</p>
<p>Berhari lamanya<br />
Anak ombak melaju<br />
Mengikuti isyarat angin meriak air<br />
Dimanakah letak samudera ? langitnya senyala api<br />
O&#8230;jauh nian</p>
<p>Kerinduan menggelegar<br />
Namun ia tak pernah sampai<br />
Tempat yang dikandung ingatan<br />
Jauhnya tiada terperi</p>
<p>Perjalanan yang membuncah dasyat<br />
Telah menjadikanya badai<br />
Lalu dia berkata pada batu<br />
Yang sedang terbelenggu dirinya sendiri</p>
<p>Ah&#8230;<br />
Betapa lelahnya aku<br />
Mengarungi diri sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jeblog.balisugar.com/2008/08/perjanan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sepuluh tahun silam</title>
		<link>http://jeblog.balisugar.com/2008/08/sepuluh-tahun-silam/</link>
		<comments>http://jeblog.balisugar.com/2008/08/sepuluh-tahun-silam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2008 07:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jeblog.balisugar.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini aku sedang disana
Sepuluh tahun silam yang tengah diam
Rumah tua tak beranjak
Yang dikepung hujan
Kursinya berwarna gerimis
Yang lebih panjang dari putaran detik
Berbaring di atasnya, hening tak pernah reda
Pintunya berdaun tembang
Yang tak pernah usai hingga kini
Mengetuknya, membuat Elegi tak sudi pergi
Saat hujan reda tak kutemukan jejak
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini aku sedang disana<br />
Sepuluh tahun silam yang tengah diam<br />
Rumah tua tak beranjak<br />
Yang dikepung hujan</p>
<p>Kursinya berwarna gerimis<br />
Yang lebih panjang dari putaran detik<br />
Berbaring di atasnya, hening tak pernah reda</p>
<p>Pintunya berdaun tembang<br />
Yang tak pernah usai hingga kini<br />
Mengetuknya, membuat Elegi tak sudi pergi</p>
<p>Saat hujan reda tak kutemukan jejak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jeblog.balisugar.com/2008/08/sepuluh-tahun-silam/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
